Saya menyatakan bahwa kelemahan iman itu termasuk kebodohan, namun hal itu tidaklah mengkibatkan kelemahan untuk menempuh jalan-jalan kebahgiaan seandainya tidak ada kelalaian. karena manusia itu dalam menghadapi urusan akhirat ada 4 golongan sebagai berikut
GOLONGAN PERTAMA :
Golongan ini berkeyakinan atau beri’tikat adanya padang mahsyar, kebangkitan makhluk, syurga dan neraka sebagaimana keterangan agama dan penjelasannya yang dikemukakan dalam Al-Qur’an, mereka menetapkan adanya kelezatan yang nyata yang merupakan wanita yang dinikah, makana yang di ni’mati, bau yang dicium, benda yang dapat dipegang, pakaian yang dikenakan, dan pandangan yang dipandang. mereka berkeyakinan bahwa bersama itu semua masih dikumpulkan pula aneka macam kegembiraan dan aneka rasa kelezatan yang tidak dapat disifati secara tuntas oleh para ahli
GOLONGAN KEDUA
Mereka adalah sebagian theolog Islam dari kaum filsafat. Mereka berkeyakinan dengan adanya macam kelezatan yang keadaanya belum pernah terlintas dalam hati manusia. Mereka menamakannya KELEZATAN AQLIYAH. sedangkan kenyataannya adalah tidak akan terwujud. Mereka mengingkari tentang kenyataan adanya kelezatan. Hanya saja mereka menetapkannya secara khayalan yang ada sewaktu tidur, tetapi tidur itu sendiri akan menjadi keruh dengan sebab telah bangun
GOLONGAN KETIGA
Mereka mengingkari adanya kelezatan yang dapat dirasakan dengan indra seluruhnya baik dengan jalan yang nyata ataupun dengan khayalan. mereka mengira bahwa khyalan itupun tidak dapat di capai kecuali dengan alat-alat jasmani, sedangkan mati itu telah memutuskan hubungan antara Roh dan Badan yang menjadi alat dalam khayalan dan semua perasaan. Roh itu tidak akan kembali mengatur badan setelah terlepas dari padanya